Jakarta - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga ikut meramaikan bursa calon ketua umum lewat Munas yang rencananya digelar pertengahan April mendatang. Dia berjanji bila menjadi Ketum Golkar, tak akan otomatis menjadi capres di 2019.
"Kalau saya jadi ketua umum nanti, Ketua Umum Partai Golkar tak secara otomatis menjadi calon presiden, tak otomatis jadi calon wakil presiden di 2019, karena paradigmanya beda," kata Idrus di sela Muspimnas Kosgoro 1957 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/2/2016).
Idrus berargumen bahwa bila seseorang sudah duduk di bangku Ketum Golkar, maka jangan sampai berhasrat ke jabatan lebih tinggi lagi. Karena, menurut dia, bisa menimbulkan gesekan di internal.
"Tentu saya akan lakukan sebuah metode survei, kerja sama dengan lembaga survei independen dan siapa pun yang dikehendaki oleh rakyat sejatinya itulah yang kita tetapkan di Golkar, siapa pun dia," ujar dia.
Kata Idrus, Ketum Golkar dipilih oleh DPD I dan II partai itu saja. Sementara seorang presiden dan wapres dipilih oleh seluruh masyarakat Indonesia.
0 comments:
Post a Comment